Nilai Properti Hunian di Sepanjang Jalur MRT bisa naik hingga 16%

0

Transportasi memang menjadi salah satu factor penentu peningkatan nilai sebuah properti. Seperti misalnya properti yang ada di sepanjang jalur MRT ( Mass Rapit Transit), Jika saat ini peningkatannya memang belum secara signifikant, namun di luar negeri kenaikan nilai propertinya bisa mencapai 16%.

Memang masih terbilang baru, moda transportasi MRT yang ada di Jakarta. Jalurnya pun masih terbatas dari Stasiun MRT ( Sudirman ) menuju Lebak Bulus. Namun jika kta amati jalur yang terdapat di sepanjang rute pertama MRT adalah justru lokasi-lokasi yang memiliki potensi peningkatan nilai properti cukup bagus.

Ambil contoh, stasiun Lebak Bulus sebagai stasiun akhir dari jallur perdana MRT. Lokasi berdekatan dengan kawasan elit Pondok Indah .. Sementara untuk stasiun utama Sudirman, lokasinya sangat strategis karena justru berada di lokasi CBD Jakarta. Tidak saja dekat dengan gedung perkantoran, tapi juga dekat dengan apartemen dan kawasan perumahan yang ada di sekitar stasiun MRT Sudirman.  Kondisi inilah yang akan membuat properti-properti yang ada di sepanjang jalur MRT memiliki dampak peningkatan nilai properti yang cukup tinggi.

JIka saat ini kita di Indonesia  atau Jakarta pada khususnya belum bisa memprediksi berapa persen kenaikan nilai propertinya. Maka kita bisa belajar dari kondisi bisnis properti yang ada di sepanjang jalur MRT yang ada di Singapura dan Malaysia.

PATRICK LOW, Senior Associate District Director at Huttons Asia PTE Ltd,” Semakin dekat sebuah properti dengan stasiun MRT, maka nilainya akan semakin meningkat. Ambil contoh untuk properti hunian yang ada di Singapura, tingkat kenaikannya bisa mencapai 16%.

Dengan mengacu pada kondisi itulah, tidak heran jika pada akhirnya potensi bisnis properti hunian yang ada di sekitar atau dekat stasiun MRT nilainya meningkat secara signifikant. Karena seperti yang  terjadi di Singapura lanjut Patrick sistem kereta MRT memiliki manfaat besar bagi investor real estat serta konsumen yang membeli properti apartemen, kondominium atau landed housing.

Namun Patrick Low menegaskan bagi investor, atau pengembang yang tertarik untuk bermain di lokasi yang berdekatan dengan stasiun MRT ada baiknya memperhatikan minimal 2 hal. Pertama lanjut Patrick ada baiknya pengembang memperhatikan Rencana Induk Masa Depan dari Urban Redevelopment Authority (URA). Hal ini untuk mengantisipasi perkembangan  tata kota di lokasi yang bersangkutan. Kedua ada baiknya pengembang memperhatikan fasilitas yang di pergunakan untuk konsumen, karena fasilitas itulah yang akan membuat sebuah properti dekat stasiun MRT memiliki potensial selling yang baik bagi konsumen dan investor.

Tidak jauh berbeda dengan kondisi yang ada di Malaysia. Seperti disampaikan Sheldon Fernandez, Country Manager PropertyGuru Malaysia. “ Secara umum properti dalam radius 1km dari Stasiun MRT banyak di cari oleh investor dan konsumen. Hal itu lanjut Sheldon membuat properti yang ada di sekitar stasiun MRT memiliki kecenderungan meningkat dibanding properti yang lokasinya agak jauh dari stasiun MRT.

Untuk menjelaskan betapa menariknya potensi bisnis properti yang ada di dekat stasiun MRT Sheldon Fernandez menjelaskan kondisinya sebagai berikut : Sekalipun MRT Sungai Buloh Kajang (SBK) mulai  beroperasi penuh pada pertengahan tahun 2017. Namun sebelumnya jalur ini sudah mulai dibuka pada Desember 2016.

Dampak dari mulai beroperasinya jalur perdana tersebut Fernandez menunjukkan bahwa rata-rata, harga properti yang berada di dekat stasiun cenderung naik. “Secara alami, properti yang menempati areal dekat stasiun MRT antara 300m dan 600m meningkat lebih baik dari 10%, sedangkan yang lebih jauh dapat menikmati hingga 5% (apresiasi),” begitulah Sheldon menjelaskan. Demikian pula, harga sewa meningkat dengan persentase yang sama – mendekati 10% – meskipun ia mencatat harga jual mengalami apresiasi yang lebih besar dibandingkan dengan harga sewa.


Berikut ilustrasi yang disajikan oleh Sheldon Fernandez terkait menariknya potensi investasi dari bisnis properti hunian yang ada di dekat stasiun MRT. Fernandez merujuk pada indeks harga rata-rata properti di Taman Tun Dr Ismail (TTDI) di Kuala Lumpur tempat jalur MRT SBK berjalan.“(Kondo) sewa rata-rata Kiara View adalah RM3.000 pada 2014, dihargai RM3.204 pada 2015 dan turun pada 2016 menjadi RM2.699.”Di sisi lain, harga jual Kiara View secara konsisten terapresiasi, dengan 2014 mencatat harga rata-rata RM985.000, 2015 mencatat harga RM1,12 juta dan kemudian 2016 mencatat apresiasi hingga RM1,37 juta,” katanya.Garden Residence Mah Sing Group Bhd, yang terletak sekitar 2 km dari Cyberjaya North dan pemberhentian Cyberjaya City Center di sepanjang jalur MRT Sungai-Buloh-Serdang-Putrajaya (SSP) yang akan datang, telah mengalami apresiasi sekitar 62% sejak diluncurkan pada tahun 2010. Garis SSP diharapkan akan beroperasi pada tahun 2022.


Itulah sekelumit bagaimana menariknya potensi investasi properti hunian yang ada di sekitar jalur dan dekat stasiun MRT. JIka Singapura dan Malaysia saja sudah menunjukan kondisi yang cukup baik. Maka  bisa jadi kondisi itupun akan terjadi di Jakarta dimana lokasi dan jalur MRT sudah mulai  dijalankan. Ingin tahu lebih jauh perkembangan investasi properti, ikuti terus perkembangan properti melalui Infokonstruksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.